Definisi
Hemangioma
adalah suatu tumor jaringan lunak atau tumor vaskuler jinak akibat proliferasi
(pertumbuhan yang berlebihan) dari pembuluh darah yang tidak normal dan dapat
terjadi pada setiap jaringan pembuluh darah. Hemangioma sering terjadi pada bayi
baru lahirdan pada anak usia kurang dari 1 tahun (5-10%).
Hemangioma
lebih banyak ditemukan pada kaum wanita ketimbnag kaum pria. Benjolan ini juga
sering ditemukan pada bayi prematur ketimbang bayi lahir pada waktunya. Bayi
yang memiliki kulit putih juga lebih beresiko memiliki hemangioma disbanding
bayi yang berkulit gelap atau berwarna. (Muslihatun, Nur Wafi, 2010)
Etologi
Penyebab
hemangioma saat ini masih belum jelas. Ada beberapa hipotesis yang mengemukakan
mengenai patofisiologi hemangioma, diantaranya menyatakan bahwa proses ini
diawali dengan suatu plariferasi sel-sel endoteliium yang belum teratur dan
dengan perjalanan waktu menjadi teratur dengan membentuk pembuluh darah yang
membentuk lobus dengan lumen yang berisi sel-sel darah. Sifat pertumbuhan
endotelium tersebut jinak dan memiliki membran basalis tipis. Proliferasi
tersebut akan melambat dan akhirnya berhenti.
Tanda-tanda
a. Tampak
seperti tanda lahir, tetapi pertumbuhannya terjadi secara cepat pada usia 6-12
bulan.
b. Pertumbuhan
inni mulai menyusut dan melebar pada usia 1-7 tahun dan tumor nin menciut pada
usia 10-12 tahun, kebanyakan ada pula yang hilang pada usia 10-13 tahun.
c. Adnya
pola merah terang yang timbul, terkadang gengan permukaan yang berteksture
(kadang di sebut hemangioma troberi karena meerah seperti buah stoberi)
d. Pembuluh
darah vena yang menyebar dari tumor juga bisa terlihat dibawah kulit. Saat
hemangioma mulai menyusut, warna merahnya akan memudar. Bekas warna akhir itu
umumnya akan menghilang pada anak usi 7 tahun.
e. Untuk
hemangioma yang muncul di lapisan kulit lebih bawah (hemangioma dalam),
terlihat seperti lebam atau kebiru-biruan pada kulit tapi kadang juga malah
tidak tampak sama sekali. Lebam itu terlihat biasanya pada anak usia 2-4 bulan.
Klasifikasi
1.
Hemangioma kapiler
a. Strawberry
hemangioma
(hemangioma simpleks)
Hemangioma kapilar terdapat pada waktu lahir
atau beberapa hari sesudah lahir. Tampak sebagai bercak merah yang makin lama
makin besar. Warnanya menjadi merah menyala, tegang, dan berbentuk lobular,
berbatas tegas, dan keras pada perabaan. Ukuran dan dalamnya sangat bervariasi,
ada yang superfisial berwarna merah terang, dan ada yang subkutan berwarna
kebiruan. Involusi spontan ditandai oleh memucatnya warna di daerah sentral,
lesi menjadi kurang tegang dan lebih mendatar.

b. Granuloma
piogenik
Lesi ini terjadi akibat proliferasi kapilar
yang sering terjadi sesudah trauma, jadi bukan oleh karena proses peradangan,
walaupun sering disertai infeksi sekunder. Lesi biasanya solitar, dapat terjadi
pada semua umur, terutama pada anak dan sering mengalami trauma. Mula-mula
berbentuk papul eritematosa dengan pembesaran yang cepat. Beberapa lesi dapat
mencapai ukuran 1 cm dan dapat bertangkai. Lesi mudah berdarah.
Patofisiologi
Dalam
trimester terakhir dari kehamilan, dalam fetus terbentuk endotelium immature
bersama dengan pericyte yang juga immature yang memiliki kemampuan melakukan
proliferasi terbatas dimulai pada usia 8 bulan sampai dengan 18 bulan pertama
masa kehidupan setelah dilahirkan maka pada usia demikian terbentuk hemangioma.
Penanganan hemangioma
Ada
2 cara pengobatan :
1. Cara
konservatif
Pada
perjalanan alamiahnya lesi hemangioma akan mengalami pembesaran dalam
bulan-bulan pertama, kemudian mencapai besar maksimum dan sesudah itu terjadi
regresi spontan sekitar umur 12 bulan, lesi terus mengadakan regresi sampai
umur 5 tahun.
2. Cara
aktif
Hrmangioma
yang memerlukan terapi secara aktif, antara lain adalah hemngioma yang tumbuh
pada organ vital, seperti pada mata, telinga, dan tenggorokan, hemangoima yang
mengalami perdarahan, hemangioma yang mengalami ulserasi, hemangioma yang
mengalami infeksi, hemangioma yang mengalami pertumbuhan cepat dan terjadi
deformitas jaringan.
Asuhan/Penanganan
1.
Edukasi dan Observasi
Perjalanan
alamiah penyakit ini munculnya cepat setelah bayi lahir dan menetap hingga usia
balita, antara usia 5-7 tahun. Hemangiomainfantil dengan ukuran yang kecil
sebaiknya dilakukan observasi saja khususnya pada fase proliferasi dan fase
involusi. Setelah sembuh, kulit akan tampak normal atau hanya mengalami
kecacatan yang minimal. Orang tua pasien perlu diberikan penjelasan mengenai
penyakit dan perjalanan klinisnya sehingga tidak terjadi kecemasan. Memotivasi
orangtua pasien untuk memeriksakan secara berkala untuk follow-up perkembangan
hemangioma infantil perlu dilakukan. Pemeriksaan yanglebih sering perlu
dilakukan apabila lesi besar, mengalami ulserasi,multipel, atau terletak pada
struktur anatomi yang vital.
Pada perjalanan
alamiahnya lesi hemangioma akan mengalami pembesaran dalam bulan-bulan pertama,
kemudian mencapai besar maksimum dan sesudah itu terjadi regresi spontan
sekitar umur 12 bulan, lesi terus mengadakan regresi sampai umur 5 tahun.
2.
Terapi Kortikosteroid
Hemangioma
infantil yang sensitif akan memperlihatkan respon terapi pada beberapa hari
pemberian kortikosteroid. Jika tidak ada responyang berupa memudarnya warna,
menjadi lembut, atau berkurangnya pertumbuhan maka terapi harus dihentikan.
Jika respon terapi tampak,maka dosis dan durasi pemberian kortikosteroid
dipertahankan sesuaidengan lokasi dan maturitas hemangioma infantil. Terapi
kortikosteroiddapat diberikan dalam bentuk :
a. Kortikosteroid
topical, beberapa penelitian melaporkan bahwa golongan superpotensial efektif
untuk pengobatan hemangioma superfisialis dengan ukuran relatif kecil.
b. Kortikosteroid
injeksi pada lesi,
c. Triamcinolone
10-20 mg/mL dengan dosis maksimal 5 mg/kgBB dapat diberikan padahemangioma yang
meluas dengan cepat dan menimbulkankomplikasi berupa ulserasi.
d. Kortikosteroid
sistemik, merupakan terapi lini pertama untuk hemangioma infantil yang besar,
destruktif, atau mengancam jiwa.Prednison dapat diberikan dengan dosis 2
mg/kgBB/hari pada pagihari selama 4 – 6 minggu. Selanjutnya dilakukan tapering
dosisselama beberapa bulan.
3.
Recombinant Interferon Alfa-2a
Recombinant
interferon alpha-2a(IFN) merupakan agen baru untuk terapi hemangioma
infantil yang besar dan mengancam nyawa. Pemberian IFN tidak boleh di
kombinasikan dengan kortikosteroid. Bila INF akan diberikan, perlu secepatnya
dilakukan tappering off dosis kortikosteroid.Mekanisme kerja IFN akan
mempercepat timbulnya fase involusi padahemangioma infantil. Indikasi terapi
antara lain:
a. Tidak respon
kortikosteroid
b. Kontraindikasi
pemberian kortikosteroid jangka panjang
c. Komplikasi pada
pemberian kortikosteroid
d. Penolakan dari
orang tua dengan penggunaan terapi kortikosteroid.
4.
Terapi Bedah
Tindakan bedah
yang dapat dilakukan adalah operasi eksisi, terutama pada hemangioma infantil
yang tidak mengalami involusi komplet, hemangioma infantil yang memberi
pengaruh kosmetik pada wajah,hemangioma infantil yang berlokasi pada region
periorbita, hidung, mulut,saluran nafas bagian atas, kanal telinga, dan
hemangioma infantil yang mengancam jiwa anak. Indikasi :
a. Terdapat
tanda-tanda pertumbuhan yang terlalu cepat, misalnya dalam beberapa minggu lesi
menjadi 3-4 kali lebih besar.
b. Hemangioma
raksasa dengan trombositopenia.
c. Tidak ada
regresi spontan, misalnya tidak terjadi pengecilan sesudah 6-7 tahun.
5.
Terapi Radiasi
Terapi ini
masih kontroversial, meskipun sampai saat ini masih sering dilakukan.
Komplikasi yang terjadi dapat berupa kerusakan epipisis, mamae, gonade, kulit,
lensa mata, dan glandula tiroid. Komplikasi berupa karsinoma dan sarkoma pernah
dilaporkan.
Pengobatan radiasi pada tahun-tahun terakhir
ini sudah banyak ditinggalkan karena :
a. Penyinaran
berakibat kurang baik pada anak-anak yang pertumbuhan tulangnya masih sangat
aktif
b. Komplikasi
berupa keganasan yang terjadi pada jangka waktu lama
c. Menimbulkan
fibrosis pada kulit yang masih sehat yang akan menyulitkan bila diperlukan
suatu tindakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar